Rabu, 04 September 2019


RESENSI BUKU “THE ART of READING”
Judul buku : The Art of Reading

Pengarang : Agus Setiawan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2012
Tebal halaman : xxxvi + 146 halaman




Synopsis buku :
Resensi buku non fiksi—buku ini menjelaskan tentang mengapa 90% buku yang dibeli tidak habis dibaca serta bagaimana cara mengatasinya. Prolog buku ini diawali dengan kisah kebiasaan seorang pria paruh- baya yang rajin mendatangi toko buku terbesar di Indonesia dengan menenteng dua kantong besar berisi buku yang akan di”lahap”nya dalam waktu seminggu. Dia orang yang sangat gemar dan hobi membaca, rasa haus akan ilmu pengetahuan untuk meraih hidup sukses membuatnya menyukai kegiatan membaca, dan baginya membaca memberi energi yang luar biasa dan kesenangan bagi dirinya. Namun seiring berjalannya waktu karena kesibukan sehari-hari atau pekerjaan yang bertumpuk, kegemaran untuk membaca buku berubah menjadi “kolektor”/penumpuk buku (membeli buku untuk sekedar ditumpuk dan tidak tahu kapan akan dibaca). Apakah kita termasuk salah satu orang yang seperti itu? Hal itu bisa terjadi pada siapa pun termasuk diri saya sendiri, sehingga tertarik untuk membuat resensi buku ini dimana rasanya seperti “tertampar” dengan realita diri sendiri dan ingin memperbaiki pola membaca yang sudah diterapkan selama ini. Buku ini sangat tepat untuk dibaca karena berisi informasi penting berdasarkan pengalaman dan pemikiran penulis dengan teknik baca cepatnya, yang mampu menambah wawasan dan memperluas cakrawala pikir khususnya mengenai budaya membaca.
Permasalahan pola membaca sebagian besar pembaca yang membeli buku namun tidak sampai habis (tuntas) membaca seluruh isi buku bisa saja terjadi karena pola kebiasaan, hambatan mental dalam membaca, kurangnya motivasi, dan tidak dimilikinya strategi yang tepat dalam membaca di bagian sulit. Buku ini membantu pembaca mengatasi berbagai hal di atas dengan berbagai solusi sederhana dan efektif. Isinya ditulis berdasarkan pengalaman penulis dalam menerapkan membaca efektif yang di pelajari dari berbagai sumber, baik dari  dalam dan luar negeri. Secara garis besar buku ini membahas “Kisah pembaca yang menjadi kolektor buku”, “Mengapa minat baca semakin turun”, “Membangun motivasi membaca”, “Mengatasi hambatan mental dalam proses membaca”, “Agar membaca lebih efektif”, “Meningkatkan konsentrasi membaca”, “Membangun kebiasaan membaca”, “Kondisi Flow dalam membaca”, “Perbedaan pembaca yang baik dan buruk”, dan “sekilas tentang Bacakilat”.  Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat membaca seseorang menjadi turun yaitu: pertama, ketika di Sekolah guru selalu menuntut siswanya untuk menghafal dan memberikan soal ujian berupa pilihan ganda, dengan menghafal setiap mata pelajaran menyebabkab siswa kehilangan kenikmatan untuk membaca. Kedua, saat materi pemahaman membaca guru sering meminta siswa berhenti di setiap paragraph untuk mendiskusikan pemahaman, sebelum siswa mendapatkan gambaran besar, alur, dan informasi secara utuh. Faktor ketiga keluarga sangat berperan dalam menumbuhkan minat baca, jangan sampai orang tua hanya menyuruh tanpa memberi contoh teladan yang baik.
Kelebihan buku :
- menggunakan gaya bahasa sederhana yang mudah dimengerti pembacanya.
-Menggunakan kertas bermutu bagus dan ukuran bukunya yang kecil memudahkan pembaca untuk menggenggam dan membacanya.
- Dilengkapi tips, langkah-langkah, dan teknik terapi sederhana agar pembaca tidak bosan untuk membaca.
Kekurangan buku :
-Layout isi buku yang sudah bagus ini tidak berwarna, sehingga terkesan monoton dan kurang menarik.
-Penulis terlalu menonjolkan dan mempromosikan seminar dan workshop Bacakilat miliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar